Pada tahun 2022, UPD merencanakan revitalisasi area Kimika untuk perluasan laboratorium dan pusat riset. Rencana itu belum sepenuhnya terealisasi, namun angin penggusuran sudah tercium. HTMS090 mendokumentasikan bagaimana keluarga Sarmiento mempersiapkan diri secara psikologis dan finansial — termasuk menyembunyikan tabungan di bawah lantai kayu dan mendaftar program relokasi yang belum jelas ujungnya. Menariknya, banyak mahasiswa kimia dan biologi UPD tidak menyadari bahwa di belakang ruang kuliah mereka, ada keluarga yang memasak, tidur, dan bermimpi di sela-sela bau formaldehida dan aseton.
Kampung A di Kimika UPD bukan sekadar cerita tentang kemiskinan di tengah kampus. Ia adalah pengingat bahwa sains dan kemanusiaan tidak bisa dipisahkan. Selama laboratorium membahas molekul kehidupan, di belakang temboknya, kehidupan nyata tetap berdenyut. HTMS090 adalah jendela kecil — namun cukup terang — untuk melihat denyut itu. Jika Anda ingin membaca monograf lengkap HTMS090, silakan mengunjungi perpustakaan digital Departemen Antropologi UPD atau menghubungi Tim Riset Ketahanan Keluarga Perkotaan. htms090+sebuah+keluarga+di+kampung+a+kimika+upd
Di tenguh hiruk-pikuk kampus Universitas Filipina Diliman (UPD), terselip sebuah permukiman yang jarang tersentuh mata para akademisi. Namanya Kampung A, terletak di area Kimika (Chemistry) — sebuah kawasan yang secara administratif masuk dalam lingkungan fakultas sains, namun secara sosial adalah kantong-kantong kehidupan warga berpenghasilan rendah yang telah mendiami tanah kampus selama puluhan tahun. Pada tahun 2022, UPD merencanakan revitalisasi area Kimika
Aling Nena berharap suatu hari nanti, cucunya bisa kuliah di UPD — bukan sebagai anak kampung, tetapi sebagai mahasiswa kimia yang duduk di ruang kuliah yang dulu hanya ia lihat dari sela-sela bilik kayu rumahnya. Menariknya, banyak mahasiswa kimia dan biologi UPD tidak